Rabu, 23 April 2014 - 15:04
English

JPU Abaikan Pencabutan BAP Saksi

Terkait :

Teraspos - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi mengabaikan pencabutan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap beberapa saksi dalam sidang terdakwa Djoko Susilo. JPU menilai semua keterangan yang dibuat saksi sudah direkam oleh penyidik KPK.

"Dalam kesaksian saksi mengaku ditekan oleh penyidik sehingga tidak dapat berpikir, namun pada kenyataannya saksi menandatangani BAP tersebut," kata Jaksa Luki Nugraha saat membacakan tuntutan kasus korupsi proyek pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri dengan terdakwa Djoko Susilo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (20/8).

Jaksa Luki mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dari penyidik KPK yaitu Novel Baswedan semua keterangan sudah direkam oleh penyidik KPK. "Sehingga hal-hal yang terkait dengan tindakan penekanan bisa kita lihat," katanya.

Sebelumnya, KPK menganggap pengacara Djoko telah mengintervensi saksi. Anggapan itu disampaikan setelah di pengadilan sejumlah saksi kasus Djoko mencabut keterangan yang sebelumnya ada di BAP. KPK pun berencana melakukan tindakan hukum terhadap pengacara Djoko.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, KPK memiliki berbagai bukti yang menunjukkan pengacara Djoko mengintervensi saksi. Dia menilai, tindakan tim pengacara Djoko ini bukan hanya tidak etis, melainkan juga dapat dikatakan melanggar hukum.

Saat diperiksa sebagai saksi verbalisan, atau saksi yang melakukan proses pemeriksaan di tingkat penyidikan beberapa waktu lalu, penyidik KPK Komisaris Polisi Novel Baswedan membantah telah menekan dan mengarahkan saksi Djoko dalam proses pemeriksaan di KPK. Novel mengatakan, justru tim pengacara Djoko yang mengarahkan agar saksi mengatakan keterangan yang membela Djoko dalam persidangan.

Menurut Novel, ada pertemuan antara Tiwi dan pengacara Djoko sebelum persidangan. Tiwi adalah sekretaris pribadi Djoko yang tahu soal kardus-kardus berisi uang yang diduga diterima Djoko. Sebagai bukti, kata Novel, tim penyidik KPK memiliki rekaman CCTV pertemuan pengacara Djoko dengan saksi tersebut.

Adapun Tiwi saat bersaksi dalam persidangan, Jumat (12/7/2013), menarik keterangan yang pernah dibuat dalam BAP. Tiwi mencabut keterangan bahwa ia pernah menerima bungkusan besar berisi uang untuk Djoko dari Ketua Primer Koperasi Anggota Kepolisian (Primkoppol) AKBP Teddy Rusmawan yang juga ketua panitia lelang proyek simulator ujian SIM.

Kepada majelis hakim, Tiwi mengaku saat pemeriksaan diarahkan penyidik KPK sehingga mengaku pernah menerima bungkusan tersebut. Sikap serupa ditunjukkan Iptu Tri Hudi Ernawati alias Erna, yang juga adalah sekretaris pribadi Djoko. Dalam persidangan, Erna juga mengaku ditekan penyidik.

Kesaksian Erna dan Tiwi ini mengundang perhatian pimpinan KPK. Bambang sampai mengikuti langsung persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, yang menghadirkan Erna sebagai saksi. Sementara sidang kesaksian Tiwi langsung dipantau oleh Ketua KPK Abraham Samad. (*)



Reporter: Nina S
Redaktur: Anwar

Scroll To Top